Di Duga Depresi, Mobil Mercy Dihancurkan Pemiliknya di Senayan - Kepala Subdit Pembinaan
dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar
Hindarsono mengatakan, pemilik mobil Mercy C 200 dengan nomor polisi B
85 PT hingga saat ini masih diperiksa oleh petugas Polsek Metro Tanah
Abang.
Penyidik akan mengambil langkah untuk melakukan tes urine dan tes narkoba kepada yang bersangkutan.
"Kasus ini ditangani Polsek Tanah Abang karena masuk wilayah mereka. Kami hanya mencatat adanya peristiwa kecelakaan. Belum ditemukan korban luka-luka dalam kejadian ini, hanya material saja karena dilakukan oleh pemilik mobil," ujar Hindarsono kepada VIVAnews, Minggu 26 Mei 2013.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, penyebab kejadian tersebut lantaran pemilik menabrak sebuah trotoar dan memaksa untuk tetap berjalan. Pengemudi, kata Hindarsono tidak sadar jika ban mobilnya kempes.
Tepat di jembatan layang depan JCC, Senayan Jakarta Pusat, dia berhenti dan tiba-tiba saja marah dengan mobilnya. "Kemudian dia merusak bagian kaca depan, kap mesin dan bodi mobil. Tetapi lengkapnya bagian mana saja saya masih kurang jelas nanti dicek oleh kasie laka," kata Hindarsono.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu 26 Mei 2013 sekitar pukul 04.35 WIB. Diduga karena depresi, pemilik mobil yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung menghardik mobilnya sendiri.
Penyidik akan mengambil langkah untuk melakukan tes urine dan tes narkoba kepada yang bersangkutan.
"Kasus ini ditangani Polsek Tanah Abang karena masuk wilayah mereka. Kami hanya mencatat adanya peristiwa kecelakaan. Belum ditemukan korban luka-luka dalam kejadian ini, hanya material saja karena dilakukan oleh pemilik mobil," ujar Hindarsono kepada VIVAnews, Minggu 26 Mei 2013.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, penyebab kejadian tersebut lantaran pemilik menabrak sebuah trotoar dan memaksa untuk tetap berjalan. Pengemudi, kata Hindarsono tidak sadar jika ban mobilnya kempes.
Tepat di jembatan layang depan JCC, Senayan Jakarta Pusat, dia berhenti dan tiba-tiba saja marah dengan mobilnya. "Kemudian dia merusak bagian kaca depan, kap mesin dan bodi mobil. Tetapi lengkapnya bagian mana saja saya masih kurang jelas nanti dicek oleh kasie laka," kata Hindarsono.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu 26 Mei 2013 sekitar pukul 04.35 WIB. Diduga karena depresi, pemilik mobil yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung menghardik mobilnya sendiri.
Polisi masih mengali
keterangan pengemudi, termasuk apakah dia mengendarai mobil dalam
keadaan mabuk atau tidak, serta memeriksa saksi-saksi di lokasi.(sumber)
