Mengapa Wanita Lebih Sulit Berhenti Merokok - Berdasarkan data Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga
Aditama, di Indonesia ada sekitar 2,7 juta perokok wanita. Meski
mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, angka wanita yang tetap saja
melakukan kebiasaan buruk ini masih cukup tinggi.
Selain itu Anda juga dapat mengubah sugesti saat merkokok. Misalnya, saat merokok bayangkan bahwa Anda sedang membakar uang. (sumber)
Menurut psikolog keluarga, Roslina Verauli, ada beberapa faktor
yang menyebabkan seorang wanita merokok--mulai dari ingin coba-coba,
gaya hidup, dan adanya tekanan sosial. Berikut beberapa penyebabnya,
seperti dipaparkan Verauli:
Ikatan emosional
Mereka yang merokok telah
membangun ikatan emosional pada roko. Misalnya, ketika bangun tidur
atau setelah makan merasa merasa harus merokok. Ikatan emosional di sini
dianggap bahwa merokok merupakan suatu kegiatan yang berarti untuk
mereka.
Rileks
Ketika menghadapi suatu masalah atau saat stress melakukan kegiatan
tertentu, merokok dianggap menjadi salah satu cara untuk melepaskan
ketegangan dan membuat rileks.
Adiksi
Adiksi atau ketagihan
terjadi karena adanya zat adiktif dalam rokok, salah satunya seperti
nikotin. Nikotin mampu mengubah struktur dalam otak sehingga perokok
merasa perlu terus diisi dengan nikotin secara teratur.
Gaya hidup
Tak dapat dipungkiri, lingkungan tertentu menuntun seseorang untuk
merokok dan terus merokok. Ini merupakan salah satu perilaku sosial yang
pada akhirnya berubah menjadi kebiasaan.
Menurut Verauli, ketika
akan mulai coba-coba merokok, hal pertama yang harus disadari adalah apa
kebutuhannya. Kalau kebutuhannya adalah ikatan emosi, maka itu dapat
diatasi dengan cara lain. Misalnya, mengalihkan aktivitas merokok dengan
mengulum permen."
