Putra Bungsu Wiranto Zainal Nur Rizky Meninggal Dunia - Zainal Nur Rizky, putra bungsu Ketua Umum Partai Hanura Wiranto,
meninggal dunia di Johanesburg, Afrika Selatan, Rabu kemarin, 29 Mei
2013. Zainal meninggal di usia 23 tahun, karena demam.
Anak ketiga Jenderal (Purn) Wiranto itu dikenal sebagai sosok yang baik, supel dan ramah. Seperti diungkapkan Bona, Reza dan Fajar, sahabat-sahabatnya semasa sekolah di SMA Lab School, Rawamangun, Jakarta, Rabu 29 Mei 2013 malam.
"Sama teman baik, belum pernah ribut sama sekali. Dia orangnya low profile, makan di kantin masih mau, makan di warteg masih mau. Nggak pernah bawa nama besar orangtuanya," ujar Bona.
Sewaktu sekolah bersama, Bona, Reza dan Fajar mengaku, sering main ke rumah Zainal. Main game online, liburan bersama. "Nongkrong-nya dulu di Kemang tiap malam minggu," katanya.
Bahkan persahabatan mereka terjalin hingga Zainal pergi menimba ilmu agama ke Afrika Selatan. "Masih. Terakhir April kemarin, tiap BBM-an kayaknya dia happy," kata Reza.
Bona menuturkan, sejak lulus SMA dan serius mendalami ilmu agama, gaya hidup Zainal berubah. Kebiasaan main dan nongkrong bareng dikurangi. Namun, sikap Zainal tidak berubah. Tetap seorang yang low profile dan baik terhadap teman-temannya.
"180 Derajat keadaannya berubah. Dulu kan SMA bandel. Wajarlah, anak SMA. Sekarang dia sudah menjadi orang yang sempurna," ucap Bona.
Ibunda Zainal, Rugaiyah Usman atau biasa disapa Uga Wiranto, sebelumnya juga menuturkan, Zainal adalah anak lak-laki yang baik. Tapi kadang bandel seperti layaknya anak laki-laki lain.
Namun, rupanya, selepas menamatkan SMA dia sangat tertarik di dunia dakwah dan melanjutkan kuliah di Universitas Gajah Mada.
"Sambil kuliah di UGM, dia ikut (mirip) kakeknya, suka menyiarkan agama. Kakek Zainal juga seorang imam di kecamatan saya, jadi dia satu-satunya laki-laki yang diharapkan bisa menyiarkan agama," ujar dia. (sumber)
Anak ketiga Jenderal (Purn) Wiranto itu dikenal sebagai sosok yang baik, supel dan ramah. Seperti diungkapkan Bona, Reza dan Fajar, sahabat-sahabatnya semasa sekolah di SMA Lab School, Rawamangun, Jakarta, Rabu 29 Mei 2013 malam.
"Sama teman baik, belum pernah ribut sama sekali. Dia orangnya low profile, makan di kantin masih mau, makan di warteg masih mau. Nggak pernah bawa nama besar orangtuanya," ujar Bona.
Sewaktu sekolah bersama, Bona, Reza dan Fajar mengaku, sering main ke rumah Zainal. Main game online, liburan bersama. "Nongkrong-nya dulu di Kemang tiap malam minggu," katanya.
Bahkan persahabatan mereka terjalin hingga Zainal pergi menimba ilmu agama ke Afrika Selatan. "Masih. Terakhir April kemarin, tiap BBM-an kayaknya dia happy," kata Reza.
Bona menuturkan, sejak lulus SMA dan serius mendalami ilmu agama, gaya hidup Zainal berubah. Kebiasaan main dan nongkrong bareng dikurangi. Namun, sikap Zainal tidak berubah. Tetap seorang yang low profile dan baik terhadap teman-temannya.
"180 Derajat keadaannya berubah. Dulu kan SMA bandel. Wajarlah, anak SMA. Sekarang dia sudah menjadi orang yang sempurna," ucap Bona.
Ibunda Zainal, Rugaiyah Usman atau biasa disapa Uga Wiranto, sebelumnya juga menuturkan, Zainal adalah anak lak-laki yang baik. Tapi kadang bandel seperti layaknya anak laki-laki lain.
Namun, rupanya, selepas menamatkan SMA dia sangat tertarik di dunia dakwah dan melanjutkan kuliah di Universitas Gajah Mada.
"Sambil kuliah di UGM, dia ikut (mirip) kakeknya, suka menyiarkan agama. Kakek Zainal juga seorang imam di kecamatan saya, jadi dia satu-satunya laki-laki yang diharapkan bisa menyiarkan agama," ujar dia. (sumber)
